Final four Proliga 2017 Putaran Pertama Menuai Kontroversi

0
72
Kontoversi Final four Proliga 2017

Hariansport.com – Final four Proliga 2017 putaran pertama usai digelar di Sritex Arena, Solo, Minggu 9 April 2017. Sebanyak delapan tim, masing-masing empat dari kategori putra dan putri bersaing ketat guna mendapatkan kemenangan.

Final four Proliga 2017 Putaran Pertama Menuai Kontroversi

Sepanjang tiga hari digelar, pertandingan menyajikan tontontan seru, terutama di kategori putra. Jakarta Pertamina Energi keluar sebagai pemuncak klasemen, karena sukses menyapu bersih tiga pertandingan dengan kemenangan.

Berada di posisi kedua ada Palembang Bank Sumsel dengan torehan dua kemenangan. Menyusul kemudian Bhayangkara Surabaya Samator dan Jakarta BNI Taplus.

Untuk kategori putri, Jakarta PLN Elektrik masih mendominasi. Aprilia Manganang dan kawan-kawan menang tiga kali beruntun. Di posisi kedua ada tim putri Pertamina Energi, disusul Jakarta PGN Popsivo Polwan dan Gresik Petrokimia.

Namun sayang, di tengah sajian tontonan menarik bagi penonton muncul berbagai kontroversi. Pelatih-pelatih tim peserta tidak sedikit yang mengeluhkan kekurangan yang ada sepanjang final four digelar.

Pelatih Bank Sumsel Babel, Samsul Jais menyoroti kesigapan panitia pelaksana pertandingan yang kehilangan kontrol atas keamanan lapangan. Pada hari pertama, para pemain dibuat kesulitan karena lapangan licin.

Tak tanggung-tanggung, Samsul menuding ada aktor di balik semua itu. Dia merasa pihak-pihak tertentu ingin mencari keuntungan sendiri, padahal jika dilihat lebih jauh, justru akan membahayakan pemain karena rentan cedera.

Beruntung, pada hari kedua panitia pelaksana bisa memperbaiki kinerja mereka. Kendala lapangan licin sudah bisa teratasi, namun tetap pelaku yang dicurigai menyiramkan minyak atau menaburkan garam tidak bisa terungkap.

Berbeda dengan seri-seri sebelumnya, di mana tim tuan rumah yang menjadi panitia pelaksana. Gelaran final four kali ini diambil alih langsung oleh Pengurus Besar Persatuan Bola Voli Seluruh Indonesia (PB PBVSI) sebgai otoritas tertinggi.

Baca Juga  SEA Games 2017 : Tim Voli Indonesia Target Medali Emas dan Perak

Akan tetapi, kinerja mereka tidak lepas dari kritik. Penyebabnya tidak lain adalah penunjukkan lokasi pertandingan yang menurut beberapa pihak tidak representatif untuk ajang sekelas Proliga.

Putut menyoroti bagaimana kondisi suhu di dalam Sritex Arena yang sangat panas. Hal itu membuat kondisi fisik pemain cepat merosot, terlebih jadwal menuntut mereka untuk bermain selama tiga hari berturut-turut.

Catatan ini menjadi alarm bagi PB PBVSI, karena putaran kedua final four akan dilangsungkan di GOR C’Tra Arena, Bandung akhir pekan ini. Kemudian babak final akan dihelat di GOR Amongrogo, Jogjakarta.

Mereka harus mampu menyulap lokasi menjadi layak untuk para pemain. Sebab, bagaiamana pun juga, kenyamanan bagi para pemain di tengah lapangan akan mendorong pula permainan berjalan dengan menarik.

LEAVE A REPLY